Jens Keller Mulai Rasakan Tekanan

Jens Keller Mulai Rasakan Tekanan

Jens Keller Mulai Rasakan Tekanan – Pelatih Schalke 04 Jens Keller mengakui kalau tekanan besar sedang dihadapi olehnya. Walau posisi mereka tidak berada dalam situasi yang membahayakan, namun kesempatan bagi anak-anak asuhannya merasakan zona kompetisi Eropa semakin mengecil.

Saat ini sang pelatih sedang mengalami kondisi yang kurang sehat dan terserang flu menyambut Natal pada tahun ini. Meski demikian ia masih sangat bersyukur bisa membidani klub mapan di Bundesliga.

Walaupun demikian segala pekerjaan selalu ada tantangannya dan Jens Koller menyadari harapan dan ambisi dari pendukung dan pihak manajemen memberikan beban kepadanya dengan meloloskan Schalke ke ajang Eropa, baik di Liga Champions atau Liga Europa.

Bahkan karena sedang mengalami kondisi yang tidak sehat, sang pelatih harus absen mendampingi anak-anak asuhannya saat ditahan imbang tanpa gol oleh Nurnberg di akhir pekan kemarin.

Tetapi torehan satu angka di laga tersebut tentu saja mempengaruhi posisi mereka hingga melorot ke urutan tujuh di kompetisi domestik dan rasa ketidakpuasan ditunjukan oleh pihak manajemen tim menjelang pertengahan musim kompetisi.

Konon Jens Keller tidak akan kembali lagi menukangi Schalke di bangku cadangan dalam setiap pertandingan ke depannya. Hal ini diungkapkan oleh direktur klub, Horst Heldt.

Horst Heldt menolak untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada sang pelatih, yang diakui olehnya dalam perjalanan di sepanjang musim ini, banyak hal yang tidak disukai sang pengurus klub terhadap Jens Keller.

“Secara keseluruhan, saya memberikan penilaian terhadap prestasi dari kepemipinannya sangat buruk dan kami terjerembab hingga keluar dari peringkat lima besar pada musim ini,” kecam Heldt kepada pihak media setempat.

“Ini merupakan peranan kami untuk menarik sebuah kesimpulan atas setiap pekerjaan yang telah dilakukannya kepada tim ini baik itu merupakan hasil yang sempurna atau justru sebaliknya, di mana kami hanya bisa mengambil keputusan dalam waktu dekat.

“Karena itu tidak terlepas dari segala aspek, semua pihak yang berada dan terlibat di dalam tim ini akan menghadapi evaluasi dari pihak manajemen tim.

“Tidak terlepas dari pemain-pemain, atau pun pelatih, tentu harus bertanggung jawab atas setiap pekerjaan yang ditunjukan selama musim kompetisi berjalan, sehingga kami bisa melakukan langkah untuk mengedepankan keseimbangan di dalam tim.

“Berdasarkan peraturan yang sudah kami tetapkan sejak awal berdiri, tim ini harus melakukan evaluasi kerja setiap enam bulan sekali. Oleh karena itu, jatuhnya di akhir tahun dan juga musim panas mendatang.

“Ada situasi yang membuat kami tidak terlalu menyukai keadaan dengannya. Hal ini seakan membangun sebuah opini publik yang kurang berkenan.”

Walau Schalke mampu melangkah lebih jauh di kompetisi babak 16 besar Liga Champions pada tahun ini, namun lawan yang akan dihadapi oleh mereka pada Februari mendatang adalah Real Madrid.

Namun di kompetisi domestik, mereka sudah disingkirkan oleh Hoffenheim di ajang Piala Jerman, dan terpaut empat angka dengan posisi Liga Champions untuk musim depan, sebagaimana kali ini sudah memasuki setengah perjalanan di musim 2013-14.