Arsene Wenger Sebut Posisi Di Klasemen Masih Terlalu Dini

Arsene Wenger Sebut Posisi Di Klasemen Masih Terlalu Dini

Arsene Wenger Sebut Posisi Di Klasemen Masih Terlalu Dini – Arsene Wenger tetap membumi. Ia tidak ingin perjalanannya yang hampir memasuki paruh musim kompetisi 2013-14 dianggap sudah memenangi segala-galanya, usai anak-anak asuhannya memenangi duel 2-0 atas Hull City di Stadion Emirates.

Hull City, yang tampil impresif kala melawan Liverpool, tidak menunjukkan serangan yang berarti dan dibuat tidak berdaya oleh Arsenal. Penyerang cadangan Nicklas Bendtner mengawali gol perdananya di musim ini sejak Maret 2011, setelah memasuki detik ke-90. Kemudian Mesut Ozil menggandakan kemenangan timnya di paruh kedua, setelah meneruskan umpan Aaron Ramsey.

Kemenangan tersebut tentu saja membuat The Gunners masih terpaut empat angka dari rival terdekatnya, Chelsea, yang pada pertandingan lainnya memetik kemenangan dengan susah payah saat melawat markas Sunderland dan melangkah lebih jauh dibandingkan juara bertahan Manchester United, yang dipermalukan Everton 1-0 di Old Trafford.

Meski demikian Wenger, yang telah menyaksikan segala sesuatunya dalam beberapa dekade terakhir mengaku tidak ingin besar kepala dan menganggap perjalanan masih terlalu panjang bagi mereka untuk difavoritkan merebut gelar juara.

“Memang saya sedikit terkejut atas kekalahan itu (Manchetester United dari Everton), namun sekali lagi, ini masih awal,” ungkap Wenger.

“Kami acap kali sudah melihatnya kejadian seperti itu, 12 angka, hanya kami seorang diri.

“Konsentrasi kami hanya mempertahankan posisi dan memetik kemenangan sebanyak-banyaknya dan tidak perlu menguatirkan tim lain.”

Sementara Nicklas Bendtner terakhir kali tampil sejak awal pada kurun tiga tahun lalu dan ia hampir meninggalkan klub tersebut pada musim panas ini, setelah menjalani serangkaian beberapa musim dengan status pinjaman di klub lain dan bahkan menyita perhatian di surat kabar atas aksi yang tidak menyenangkan.

Hal ini sepertinya justru mengundang Wenger untuk memberikan tanggapan kepada pemain dengan tinggi tubuh enam kaki tiga inchi, tetap bermain konsisten dan memintanya agar mempertahankan performanya bila ia bisa fokus di lapangan hijau.

“Lihatlah (mungkin sedikit berjudi) jika seorang pemain ini tidak tampil untuk jangka waktu yang cukup lama, dan pada penampilan terakhirnya juga tidak meyakinkan saat melawan Chelsea, namun ia berlatih keras demi memperoleh kesempatan itu,” tutur Wenger, yang sengaja mengistirahatkan Olivier Giroud.

“Kami mengetahui hal ini, ketika ia sudah mulai memikirkan sebuah pertandingan, dan ia memiliki kualitas itu. Dari postur tubuh sungguh menguntungkan dan secara teknik juga sangat baik, karena langkahnya jadi lebih cepat.

“Bahkan kami sudah memilikinya saat masih berusia 15 atau 16 tahun dan saya mengontraknya dengan jangka panjang sebanyak dua kali, dan artian ini tentu saja menunjukkan kalau saya menaruh kepercayaan terhadap dirinya.”

Lepas dari laga ini, Arsenal akan menghadapi tiga jadwal yang sangat padat sekaligus dan tidak dapat mengendorkan tali gas yang sudah ditekan saat ini. Diantaranya duel melawan Everton pada akhir pekan, kemudian bertandang ke markas Napoli di Liga Champions, yang tentunya merupakan laga hidup-mati tim Italia tersebut, sebelum terakhir bertandang ke markas Manchester City di akhir pekan berikutnya.

“Ini merupakan laga penentuan bagi kami,” tutup Wenger.