Agen Judi Genap Setahun Roberto Carlos Pensiun Dari Pertandingan Resmi

Agen Judi Genap Setahun Roberto Carlos Pensiun Dari Pertandingan ResmiAgen Judi – 31 juli 2012, merupakan hari bersejarah untuk penggemar sepakbola dunia. Ya, tepat setahun kemarin Roberto Carlos, legenda dunia asal Brazil yang telah berdedikasi penuh selama dua decade terakhir, memutuskan pensiun di usia 39 tahun.

Roberto Carlos bukanlah nama asing lagi bagi pecinta sepakbola. Kariernya meroket seiring dengan tendangan golnya yang bebas, keras, dan terukur. Menjaga garis pertahanan, Carlos berbeda dengan bek biasa. Pemain berdarah Brazil ini popular sebagai bek kiri paling ofensif sepanjang sejarah sepak bola. Gol-gol cantik yang di ciptakannya pun tidak main-main. Sepanjang karier keemasannya, Carlos berhasil mengumpulkan 101 gol di 820 pertandingan. Rekor fantastis yang dapat di ciptakan seorang bek.

Pemain kelahiran 10 April 1973 ini mengawali karier justru sebagai penyerang. Karena itu tidak mengherankan bila jiwa penyerang seorang Roberto Carlos begitu tinggi. Dengan jurus tendangan bebas keras tak terukurnya, yang mumpuni menjebol gawang lawan tanpa ampun, serta kecepatan lari yang mumpuni, tidak heran bila penyabet Piala Dunia 2002 bersama Selecao di sebut-sebut sebagai bek sayap terbaik yang pernah di miliki Brazil  Agen Judi.

Kariernya bersama Real Madrid, dapat di katakana adalah highlight dari 21 tahun perjalanan Carlos malang melintang mengejar si kulit bundar. Pada 1996, Roberto Carlos bergabung ke Bernabeu, dan menjadikan dirinya pilihan utama Los Blancos di bek kiri hingga 11 tahun kemudian. Selama mengenakan seragam Madrid, Carlos melakoni 584 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 71 gol. Perolehan angka yang spektakular, hingga akhirnya membawa Carlos ke gelar pemain asing dengan penampilan terbanyak di La Liga dengan 370 penampilan, mengalahkan rekor sebelumnya yang di pegang Alfredo diStefano dengan 329 pertandingan pada Januari 2006.

Pemain bek bertinggi badan 168 cm ini, bergabung dalam era Los Galaticos dalam kepemimpinan Florentina Perez. Gelar yang di sabet pun bukan gelar ecek-ecek, sepanjang gemilang kariernya, Roberto Carlos membawa pulang empat trofi La Liga, tiga Piala Super Spanyol, tiga Liga champions, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Super Uefa pada 2002 – Agen Judi.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Pepatah ini pun berlaku untuk Roberto Carlos. Dengan sederet gelar dan trofi yang berhasil di raih, bukan berarti perjalanan karier Carlos semulus dugaan. 1995, dalam masa kariernya dengan Inter, Carlos hanya dapat bertahan satu musim membela klub biru hitam itu. Ketidaksamaan pendapat dengan arsitek Inter, Roy Hodgson, menyeret Carlos hijrah ke Bernabeu untuk memulai karier keemasannya.

Lepas dari Madrid, Carlos menjajal peruntungan di Klub lain, Fenerbahce (2007-2009), Corinthians (2010-2011) hingga akhirnya sampai pada klub kaya Anzhi Makhachkala. Karier Carlos pun sempat di warnai dengan insiden rasisme ketika dirinya membela tim asal Rusia. Dalam laga melawan Zenit st. Petersburg Maret 2011, sebuah pisang di lemparkan ke arahnya oleh penonton. Tiga bulan setelahnya, insiden sama terulang lagi pada laga di Krylia Soveto V Samara. Insiden pelemparan pisang kali ini, membuat murka salah satu legenda dunia ini. Carlos melempar balik pisang yang di lemparkan ke arahnya, kemudian meninggalkan lapangan sebelum pluit akhir dan mengacungkan dua jarinya. Pertanda bahwa dirinya sudah 2 kali mengalami insiden tidak mengenakan ini Agen Judi.

Karier gemilang Carlos di level klub, tidak kalah bagus dengan laganya di Timnas. Sempat mencicipi manisnya gelar Piala dunia 2002 setelah mempermalukan tim Jerman di partai puncak. 3 Juni 1997, Carlos mengukir prestasi manis bersama Selecao dengan tendangan bebas ke gawang prancis pada liga pembuka Tournoi de France. Tembakan keras yang di lepas dari jarak 35 meter di sisi kanan dengan kaki kiri, membuat si kulit bundar meluncur deras dan seperti akan meninggalkan lapangan. Tapi perpaduan sempurna antara skill dan luck, bola tanpa di duga melengkung ke kiri dan berhasil menjebol jala Fabien Barthez. Gol yang di sambut gegap gempita dari pendukung Selecao ketika itu.

Carlos memutuskan pensiun dari Timnas setelah Selecao kalah 1-0 dari Prancis di perempat final Piala Dunia 2006

Piala Dunia 2006, menjadi tonggak akhir karier Carlos di level Timnas. Sebelum Selecao di taklukkan Prancis dengan skor 1-0 di perempat final, Roberto Carlos memutuskan mengakhiri karier gemilangnya Agen Judi.

Ditulis oleh Media Judi Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Apabila anda hendak mengutip, baik itu seluruh atau sebagian dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://mediajudi.com/agen-judi-genap-setahun-roberto-carlos-pensiun-dari-pertandingan-resmi/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.